Makanan Khas dari Enrekang yang Terkenal Lezat

Makanan Khas dari Enrekang yang Terkenal Lezat

Makanan Khas dari Enrekang yang Terkenal Lezat – Makanan khas Enrekang ada berbagai macam, mulai dari camilan hingga makanan yang mengenyangkan. DI Enrekang ada sejumlah makanan khas yang bahkan sudah dikenal luas, seperti gates of olympus slot Deppa Tettekang dan Dangke. Enrekang merupakan salah satu kabupaten di Sulawesi Selatan. Berjarak sekitar 230 kilometer dari Kota Makassar. Bila menempuh jalur darat, Kabupaten Enrekang menjadi daerah terakhir yang di lewati sebelum masuk ke wilayah Kabupaten Toraja. Pengolahan makanan khas yang ada di Enrekang didominasi resep tradisional yang merupakan warisan dari nenek moyang. Nah, bagi yang berkunjung ke Enrekang Kabupaten Enrekang yang menempati luas wilayah 1.786,01 km2 atau sebesar 2,83 persen dari luas provinsi Sulawesi Selatan, menyimpan berbagai aneka ragam budaya Sebut misalnya makanan khas atau kuliner daerah yang berjuluk Bumi Massenrempulu itu di dominasi oleh resep-resep lokal atau tradisional Hingga saat ini secara turun temurun makanan khas daerah ini merupakan warisan dari nenek moyang mereka.

Baca Juga : Makanan Favorite yang Kamu dapati di Ekuador

Ayam Bundu – Bundu

Sesuai namanya, makanan khas Enrekang yang satu ini terbuat dari bahan dasar ayam. Ayam bundu-bundu memiliki rasa istimewa, sehingga menjadikan salah satu makanan khas yang paling diminati oleh wisatawan. Ayam bundu-bundu memiliki bahan dasar ayam kampung yang dipotong kecil dan diberi bumbu rempah yang kaya rasa. Bumbu kuning dan serabut dari rempah-rempah yang digoreng membuat ayam bundu-bundu memiliki tampilan yang mudah dikenali ketika disajikan.

Rempah yang digunakan Mahjong Ways 2 dalam memasak makan ini adalah rempah pilihan yang terdiri dari ketumbar, serai, kunyit, kemiri, jahe, dan juga lengkuas. Masyarakat Enrekang mempertahankan resep dan proses memasak ayam bundu-bundu secara tradisional sebagai bentuk penghormatan terhadap makanan warisan orang-orang terdahulu.

Pulu Mandoti

Pulumandoti merupakan sejenis beras ketan yang langkah. Hal ini disebabkan karena hanya dapat di temukan di DesaKandenan dan DesaSalukan, KabupatenEnrekang. Ketika pulu mandoti dimasak maka akan mengeluarkan aroma yang sangat wangi. Makanan ini dapat disajikan sebagai makanan pokok bersama dangke. Keistimewaan dari pulu mandoti adalah aromanya berbeda sesuai dengan tempat penanaman padinya. Dengan kata lain, padi penghasil beras pulu mandoti daerah lain tidak akan sama aromanya.

Nande Kandoa

Nande Kandoa termasuk makanan khas Enrekang yang hanya bisa ditemukan pada acara-acara tertentu. Karena jarang ditemui makanan ini menjadi makanan yang sangat istimewa. Nande kandoa merupakan santapan yang bahan utamanya adalah nasi yang dicampur dengan singkong. Makanan ini berasal dari kata “nande” yang berarti nasi dan “kandoa” yang berarti singkong. Pada zaman dulu nande kandoa dikonsumsi karena bentuk dari ketidakmampuan masyarakat untuk membeli beras. Sebaliknya yang banyak ada serta murah merupakan singkong. Itulah terciptanya campuran beras dan singkong jadi nande kandoa. Makanan khas ini dapat dapat dinikmati bersama camme tuttu.

Dangke

Dangke adalah keju tradisional khasEnrekang yang diolah dari susu sapi atau kerbau. Makanan khas ini memiliki rasa yang gurih dan legit. Dangke memiliki bentuk yang kerucut yang dibungkus dengan daun pisang membuat aromanya menjadi khas dan menggugah selera. Mulanya Dangke disajikan sebagai pengganti lauk, namun saat ini kerap dijadikan camilan.

Makanan khas ini berasal dari bahasa Belanda “Dankjewel” yang berarti terima kasih. Dangke terbuat dari susu kerbau atau sapi yang diolah secara tradisional dengan carah direbus hingga mendidih. Keju dangke memiliki tekstur yang padat dan empuk, mirip dengan tahu. Namun jika dibandingkan dengan tahu, keju dangke bertekstur lebih padat. Rasanya pun juga gurih, tak kalah dengan keju yang lainnya. Selain rasanya yang lezat, keju dangke ini juga memiliki kandungan kalsium yang tinggi.

Camme Burak

Camme burak atau Nasu Burak juga menjadi salah satu makan khas Enrekang. Makanan ini berasal dari kata “camme” yang berarti sayur dan “burak” yang berarti pelepah atau batang pisang muda. Jadi camme burak adalah masakan sayur yang berbahan dasar bagian dalam pelepah/batang pisang muda. Alasan mengapa harus menggunakan pelepah/batang pisang muda yaitu agar nantinya rasa camme burak tidak terasa pahit saat dihidangkan.

Tidak semua batang pohon pisang bisa dibuat menjadi camme burak, melainkan harus dipilih yang masih muda, segar dan tinggi pohon antara satu sampai dua meter serta belum berbuah. Biasanya jenis pohon pisang yang digunakan adalah pohon pisang sanggar, karena menurut warisan turun temurun jenis pisang tersebut lebih nikmat dibanding jenis pohon pisang lainnya.

Pembuatan camme burak sangatlah sederhana, dengan mengupas batang pisang hingga menyisahkan bagian dalamnya yang disebut sebagai pelepah. Kemudian diiris tipis-tipis. Irisan pelepah tadi kemudian dicampur dengan bumbu kemudian dimasak hingga matang. Biasanya sajian camme burak ditambahkan ayam rebus yang diiris kecil-kecil. Camme burak ini biasanya dihidangkan dengan menu tradisional lainnya yaitu Pulu Mandoti dan Dangke.

Nasu Cemba

Nasucemba merupakan sup daging khas masyarakat Duri di KabupatenEnrekang. Sajian ini juga tergolong istimewa karena biasanya hanya dihidangkan pada momen-momen tertentu seperti acara hajatan, pesta atau kunjungan tamu khusus. Makanan khas ini berasal dari bahasa daerah setempat. Nasu yang berarti masakan dan cemba berarti daun cemba.

Daun cemba memiliki bentuk seperti meniran namun tangkainya memiliki duri. Tumbuhan ini mudah dijumpai karena tumbuh liar di pekarangan rumah warga. Proses memasak makan ini biasanya dilakukan secara tradisional menggunakan kayu bakar. Namun seiring perkembangan zaman, mulai beralih ke kompor gas karena lebih praktis.

Pertama-tama daging direbus hingga mulai empuk, kemudian ditambahkan bumbu atau rempah khusus yang sudah dihaluskan dan ditumis. Juga dimasukkan lengkuas dan serai yang sudah dimemarkan, serta parutan kelapa sangrai atau batte kaluku dalam bahasa lokal. Tidak lupa juga ditambahkan bahan khas yaitu daun cemba yang masih muda. Daun ini berfungsi untuk menghilangkan aroma amis dan sensasi rasa asam yang khas. Nasu cemba enak dinikmati pada saat hangat-hangat dengan tambahan irisan jeruk nipis, sambel, irisan bawang goreng, dan seporsi nasi putih hangat.

Exit mobile version